Rabu, 11 Oktober 2017

Teknologi Digital Twin untuk Tubuh Manusia

 Teknologi Digital Twin Untuk Tubuh Manusia

image
Bulan November bukanlah waktu terbaik untuk mengunjungi Helsinki. Namun, mendung yang menyelimuti ibukota Finlandia  tiap musim semi ini tidak menghentikan 15.000 orang mengunjungi Slush, salah satu ajang perkumpulan teknologi terbesar di dunia, yang tahun ini berhasil mengumpulkan 1.700 startup, serta Google, Nokia dan GE.
Hal ini bukan suatu hal yang mengejutkan. Meskipun jumlah populasi warga Finlandia hanya berjumlah 5,4 juta orang, pengaruh kemajuan teknologi modern sangat terasa di keseharian mereka. Finlandia adalah kampung halaman perusahaan operating system open-source, Linux, dan Nokia, yang menjadi pionir pertumbuhan mobile communication. “Gotong royong adalah tradisi negara kami,” ujar Peter Vesterbacka, co-founder Ravio, perusahaan yang menciptakan game Angry Birds, yang ikut mendirikan Slush di tahun 2008. “Mungkin karena pengaruh musim dingin. Jika Anda tidak membangun rumah, Anda bisa mati.”
GE ikut merayakan semangat tersebut. Tahun lalu, unit bisnis healthcare GE mendirikan Health Innovation Village, sebuah inkubator startup yang membantu 26 perusahaan lokal untuk mengembangkan produk yang berhubungan dengan layanan kesehatan dan pengobatan. Village baru saja bermitra dengan Startup Health, hub kesehatan digital terbesar di dunia yang berbasis di Amerika, yang membuka kantor cabang luar negeri pertamanya di Helsinki bulan November lalu.
Namun GE juga membudidayakan pengetahuan lokal untuk mengubah wajah pengobatan dengan menghubungkan layanan kesehatan dengan teknologi cloud. Insinyur-insinyur GE di Helsinki dengan khusus meneliti teknologi monitoring pasien. Mereka mengembangkan rangkaian peralatan wireless yang pada suatu hari nanti akan berukuran lebih kecil dari plester sekalipun, dan secara konstan mengirimkan data detak jantung, tekanan darah, pernapasan dan informasi medis pasien lainnya kepada cloud, yang dapat dianalisa dengan software, dan mampu memberitahukan dokter jika ditemukan adanya anomali maupun potensi gangguan, dan secara efektif menciptakan kembaran digital si pasien.
“Transformasi yang dialami telepon genggam kini terjadi pada bidang monitoring pasien,” ujar Erno Muuranto, insiyur yang mengepalai penelitian tersebut. “Teknologi wireless dan wearable adalah tren masa kini. Kita dapat mengoperasikan rumah sakit layaknya pabrik pintar. Dengan sensor-sensor wireless dan data analytics, kita dapat mendiagnosa pasien dari dalam ambulans, sehingga tindakan yang benar dapat dilakukan dengan lebih cepat, sehingga pasien dapat pulang lebih cepat. Kita juga dapat melakukan monitoring pasien jarak jauh dari rumah. Kemajuan ini dapat membantu kita meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memangkas biaya.”

image
Paling atas: Sensor wireless akan menggantikan kabel-kabel yang menempel pada tubuh pasien yang dirawat di intensive care unit (ICU). Atas: Sekitar 15.000 orang mengunjungi Slush, salah satu perkumpulan teknologi terbesar di dunia yang tahun ini berhasil mengumpulkan 1.700 startup, termasuk GE, Google dan Nokia. Kredit gambar: GE Reports

Seperti kebanyakan anggota timnya yang beranggotakan 60 orang ilmuwan dan insinyur, Muuranto bergabung dengan GE selepas bekerja di Nokia. Para pelaku riset yang memiliki spesialisasi keahlian dari mulai miniaturisasi dan protokol wireless hingga experience design ini sedang mengembangkan sensor wireless generasi pertama yang dapat memonitor detak jantung, tekanan darah dan parameter-parameter lainnya.
Pada kunjungan kami ke laboratoriumnya baru-baru ini, Muuranto menempelkan sebuah alat kepada seorang kolega untuk memonitor detak jantung serta level kandungan oksigen dalam darah melalui aplikasi iPhone yang dikembangkan tim tersebut menggunakan Predix, sebuah platform software yang dikembangkan GE secara spesifik untuk Industrial Internet. “Baru tahap awal, tapi ingat bagaimana cepatnya transformasi handphone sebesar batu bata hingga menjadi device berukuran kecil dan ramping, cukup untuk diselipkan dalam saku,” ujarnya.

image
Dalam lima tahun, teknologi tersebut dapat membantu kita memonitor pasien melalui jaringan wireless, memungkinkan dokter untuk mengobservasi kondisi pasien menggunakan device terhubung apapun. Kredit gambar: GE Healthcare

Peluang pertama dari teknologi ini adalah untuk menggantikan kabel-kabel yang menempel pada tubuh pasien di ICU, serta  menggunakan algoritma dan analytics guna menghindari false alarm.  “90 persen dari alarm tidak cukup kuat untuk ditindaklanjuti,” ujar Muuranto. “Kami mencari cara agar  sinyal yang terpancar dari serangkaian sensor dapat mengolahnya menjadi alarm yang akurat.”
Dalam lima tahun ke depan, teknologi tersebut dapat memungkinkan prosedur monitoring pasien melalui jaringan wireless agar dokter dapat melakukan observasi pasien dari perangkat yang terhubung.

image
“Kini wireless dan wearable adalah tren,” ujar insinyur GE, Erno Muuranto. “Kita dapat mengoperasikan rumah sakit seperti pabrik pintar. Dengan sensor-sensor wireless dan data analytics, kita dapat mendiagnosa pasien dari dalam ambulans.” Kredit gambar: GE Reports

Sensor-sensor tersebut digerakkan dengan listrik yang berasal dari baterai terintegrasi berukuran kecil dan menggunakan gelombang radio untuk berkomunikasi dengan receiver yang disimpan di saku pasien maupun kamar rumah sakit. Di luar rumah sakit, informasi yang didapatkan dari sensor dapat diteruskan melalui jaringan seluler dan secara otomatis memungkinkan dokter dan rumah sakit untuk memonitor pasien selama dua puluh empat jam tanpa takut arus data terganggu.

image
Kantor pusat GE Healthcare yang terletak di Helsinki memiliki suasana startup. Di kantor tersebut ada sebuah kafe espresso artisan bernama Warrior Coffee, dilayani oleh barista-barista bertato yang memutarkan lagu-lagu dari mulai Nirvana hingga Joy Division. Kredit gambar: GE Reports

GE dan beberapa perusahaan lain telah mengembangkan medical body area networks (MBAN) yang telah terdaftar pada U.S. Federal Communications Commission untuk memperoleh akses kepada spektrum radio, di mana perangkat medis wireless dapat beroperasi.
“Ini baru layanan kesehatan digital yang kita bicarakan,” ujar Mikko Kauppinen, finance director GE Healthcare Finlandia dan cofounder Health Innovation Village. “Ini tidak sama dengan gadget. Kami tahu bagaimana caranya membuat sebuah alat monitoring super-canggih-nan-kokoh yang tersedia di rumah sakit-rumah sakit. Telepon genggam kini berukuran semakin kecil, sama halnya dengan alat kami. Kami sedang mengembangkan sebuah ekosistem Industrial Internet untuk tubuh.” Ujar Kauppinen: “Teknologi ini akan mentransformasi prosedur monitoring pasien. Tak lama lagi, alat-alat ini akan tersedia di mana-mana.”

SUMBER: 

http://gereports.co.id/post/140678401850/teknologi-digital-twin-untuk-tubuh-manusia

0 komentar:

Posting Komentar